Arsip Tag: Obat Batuk

Kandungan Obat Batuk dengan Pseudoephedrine atau Phenylephrine yang Perlu Diperhatikan

Kandungan Obat Batuk dengan Pseudoephedrine atau Phenylephrine yang Perlu Diperhatikan

Kandungan obat batuk pseudoephedrine atau phenylephrine umumnya digunakan untuk mengatasi hidung tersumbat. Obat yang mengandung dua bahan tersebut memang dijual bebas, tetapi penggunaannya tetap harus sesuai aturan pakai. Selain itu, kedua kandungan obat batuk ini juga tidak boleh dikonsumsi secara bersamaan.

Pseudoephedrine dan phenylephrine (PE) merupakan golongan obat dekongestan yang digunakan untuk meredakan hidung tersumbat dan tekanan pada sinus akibat flu, alergi, atau sinusitis. Kedua kandungan obat ini dijual bebas dan biasanya tersedia dalam bentuk tablet atau cairan.

Risiko Penggunaan Pseudoephedrine secara Berlebihan
Pseudoephedrine bekerja dengan mempersempit pembuluh darah di saluran pernapasan untuk mengurangi pembengkakan dan penyumbatan. Meski tergolong efektif untuk mengatasi hidung tersumbat, pseudoephedrine juga memiliki efek samping seperti obat pada umumnya.

Selain menimbulkan rasa gelisah dan gangguan tidur, pseudoephedrine juga dapat menyebabkan mual dan muntah, sakit kepala, dan mulut kering. Sementara itu, efek samping serius yang ditimbulkan oleh obat ini adalah jantung berdebar, mendadak demam, kulit memerah, dan muncul benjolan berisi nanah atau cairan di kulit.

Obat batuk pseudoephedrine aman dikonsumsi sesuai dosis yang tepat. Namun, jika disalahgunakan untuk menggantikan amfetamin dan metamfetamin secara illegal, obat ini dapat menimbulkan kecanduan.

Inilah mengapa di negara-negara tertentu, penggunaan kandungan obat batuk pseudoephedrine sangat dibatasi.

Risiko Penggunaan Phenylephrine secara Berlebihan
Phenylepherine bekerja dengan mengurangi pembengkakan pada telinga dan hidung, sehingga dapat mengurangi ketidaknyamanan dan melegakan pernapasan. Namun perlu diingat, phenylephrine hanya digunakan untuk meredakan gejala penyakit, bukan untuk mengobati penyakit penyebab hidung tersumbat atau mempercepat pemulihan.

Obat batuk phenylephrine dalam sediaan cair bisa dikonsumsi oleh anak usia 4 tahun ke atas. Namun, pastikan untuk mengonsumsi atau memberikan phenylephrine dengan dosis yang tepat, baik menurut resep dokter maupun sesuai petunjuk penggunaan yang tertera di label kemasan.

Phenylephrine juga bisa menimbulkan efek samping berupa munculnya rasa gugup, pusing, sulit tidur, tangan dan kaki dingin, dan sakit perut parah.

Sebelum mengonsumsi pseudoephedrine atau phenylephrine, sangat disarankan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, seperti glaukoma atau sedang hamil dan menyusui. Jika dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui, kandungan obat ini dapat meningkatkan risiko bayi terkena cacat bawaan lahir dan menurunkan produksi ASI.

Anda dianjurkan untuk tidak mengonsumsi pseudoephedrine atau phenylephrine bersamaan dengan obat-obatan lain, seperti vitamin dan obat herba. Hal ini dilakukan agar obat dapat bekerja secara efektif atau tidak menimbulkan reaksi yang berbahaya.

Obat-obatan atau suplemen, seperti pil diet, pil kafein, obat ADHD, serta monoamine oxidase inhibitors (MAOI), termasuk isokarboksazid, fenelzin (Nardil), selegiline, dan tranylcypromine, juga sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan pseudoephedrine atau phenylephrine.