Gaya Hidup Konsumtif Dengan 3 Hal Ini

Ciri Gaya Hidup Konsumtif

gaya hidup

Siapa nih, yang senang gengsian? Selain miliki gengsi yang tinggi, ciri-ciri gaya hidup konsumtif adalah ketika seseorang secara terus menerus tetap mengusahakan untuk mengikuti tren.

Keinginan mengikuti tren ini mampu disebabkan dari dua faktor, yakni faktor internal yang dimana kamu tetap membawa daftar situs judi bola resmi dan terpercaya rasa tidak dulu senang bersama apa yang kamu miliki sekarang agar kamu terasa perlu tetap membeli barang baru yang sedang tren kala itu.

Kemudian, faktor kedua yakni faktor eksternal. Ketika orang-orang disekitar kamu miliki suatu barang keluaran terbaru, bukan tidak mungkin perihal ini akan menimbulkan permohonan kamu untuk miliki barang itu juga. Tekanan sosial ini pun mendorong kamu untuk berperilaku konsumtif.

Hayo, siapa yang tetap berbentuk seperti ini?

Perbedaan Gaya Hidup Konsumtif dan Hedonisme
Gaya hidup konsumtif ini cukup sering disalah artikan sebagai hedonisme. Secara umum, kedua perihal selanjutnya memang cukup mirip. Tetapi, jikalau dicermati dari artinya, konsumtif dan hedonisme merupakan dua perihal yang berbeda.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, hedonisme merupakan pandangan hidup yang beranggap bahwa kenikmatan atau kesenangan secara materi merupakan satu-satunya tujuan utama hidup.

Perbedaan style hidup konsumtif dan hedonisme adalah hedonisme merupakan suatu pandangan hidup sedangkan style hidup konsumtif merupakan tindakan yang dilaksanakan ketika kamu berpegang dan menganut pandangan tersebut. Jadi, orang yang hedonis telah mampu dipastikan bahwa mereka miliki pembawaan yang konsumtif.

Contoh Gaya Hidup Konsumtif
Pernahkah kamu membeli beraneka macam barang cuma dikarenakan barang selanjutnya lucu atau cuma semata-mata dambakan tanpa menyimak nilai guna barang tersebut? Jika iya, kamu baru saja berperilaku konsumtif, lho!

Pembelian barang ini pun kebanyakan akan berakhir sia-sia, dikarenakan tidak jarang bahwa barang yang dibeli ini tidak miliki manfaat yang dibutuhkan dan cuma berakhir menjadi pajangan saja.

Penyebab Gaya Hidup Konsumtif
Hukum dikarenakan akibat merupakan perihal yang mutlak di dalam hidup. Gaya hidup konsumtif pun pasti miliki dikarenakan dan akibat. Salah satu penyebab style hidup konsumtif yakni ketika kamu miliki rasa gengsi yang tinggi.

Rasa gengsi ini pun yang selanjutnya akan mendorong kamu untuk berbentuk konsumtif agar kamu mampu terlihat mampu di dalam pandangan orang lain.

Pembelian berlebihan atau sikap konsumtif yang dilandaskan rasa gengsi ini cuma dilaksanakan untuk mendapat pengakuan dan membuat orang lain terkesan. Hal ini pasti saja bukan pembawaan yang baik untuk dimiliki.

Akibat Gaya Hidup Konsumtif
Setelah membicarakan berkenaan sebab, sekarang kami akan membicarakan akibat. Akibat atau efek style hidup konsumtif ini akan terlampau berpengaruh pada kondisi finansial kamu.

Karena, jikalau pembawaan konsumtif telah menjadi kebiasaan, pembawaan boros pun tidak mampu dihindari. Pemborosan ini pun akan mengganggu kebugaran finansial kamu dan kamu tidak mampu menjauhi melemahnya kondisi keuangan kamu.

Jika kondisi keuanganmu melemah, maka daya beli kamu pun akan berkurang secara berkala, kala tingkat keperluan akan jadi tambah bersamaan berjalannya waktu. Maka, bijaknya jikalau kamu sebisa mungkin untuk berhati-hati dan menjauhi pembawaan konsumtif ini.