Semua tulisan dari admin

Penyebab Payudara Terasa Nyeri dan Kencang

Penyebab Payudara Terasa Nyeri dan Kencang

Penyebab payudara terasa nyeri dan kencang umumnya adalah perubahan hormon. Selain itu, masih ada berbagai penyebab lain yang juga penting untuk diketahui. Meski biasanya tidak berbahaya, nyeri payudara yang tidak kunjung hilang perlu diwaspadai.

Payudara terasa nyeri dan kencang merupakan keluhan yang cukup umum terjadi. Nyeri payudara bisa menyebar hingga ke ketiak dan biasanya dirasakan pada kedua payudara.

Jika Anda mengalaminya, jangan dahulu terlalu khawatir. Kenali apa saja penyebab payudara terasa nyeri dan kencang, mulai dari yang umum hingga yang perlu diwaspadai.

Berbagai Penyebab Payudara Terasa Nyeri dan Kencang
Berikut ini adalah beberapa penyebab payudara terasa nyeri dan kencang yang perlu Anda ketahui:

  1. Perubahan hormon

Perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron bisa menyebabkan payudara terasa nyeri dan kencang. Perubahan kadar hormon dalam berbagai periode tersebut mengakibatkan perubahan ukuran payudara. Selain itu, hormon juga dapat menyebabkan payudara menyimpan banyak air sehingga membuatnya lebih berat, kencang, dan terasa nyeri.

  1. Infeksi payudara

Infeksi payudara atau mastitis bisa menyebabkan payudara terasa nyeri dan kencang. Kondisi ini paling umum dialami oleh ibu menyusui. Mastitis terjadi ketika saluran ASI tersumbat dan bakteri tumbuh secara berlebihan. Bakteri bisa berasal dari kulit ibu menyusui atau mulut bayi yang masuk ke payudara melalui puting.

Selain membuat payudara terasa nyeri dan kencang, mastitis bisa menimbulkan kemerahan di kulit, benjolan di payudara, serta demam. Kondisi ini perlu segera diperiksakan ke dokter guna mencegah infeksi yang berat.

  1. Efek samping obat-obatan tertentu

Penyebab payudara terasa nyeri dan kencang juga bisa karena efek samping pengobatan tertentu, khususnya obat hormonal seperti KB suntik, pil KB, perawatan kesuburan, atau terapi pengganti hormon reproduksi.

Obat hormonal bekerja dengan mengatur kadar hormon, sehingga membuat perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron secara signifikan. Perubahan inilah yang bisa menyebabkan penumpukan cairan di payudara dan menimbulkan rasa nyeri, kencang, serta berat.

  1. Cedera payudara

Seperti bagian tubuh lainnya, payudara juga bisa terluka, misalnya akibat kecelakaan, olahraga, atau operasi. Cedera payudara bisa menimbulkan rasa nyeri dan bengkak.

Meski menyaktikan, cedera payudara biasanya sembuh dalam waktu beberapa hari, kecuali jika hal ini disertai luka terbuka yang memicu perdarahan terus-menerus. Kondisi tersebut perlu mendapatkan penanganan medis segera di rumah sakit.

  1. Tumor payudara

Tumor payudara juga bisa menjadi penyebab payudara terasa nyeri dan kencang. Kondisi ini ditandai dengan benjolan bulat yang terasa kenyal, lunak, dan mudah digerakkan.

Benjolan tumor payudara yang tumbuh biasanya bersifat jinak dan tidak berbahaya. Beberapa jenis tumor payudara yang sering ditemui adalah fibrokistik atau kista payudara.

Pada kondisi tertentu, penyebab payudara terasa nyeri dan kencang juga bisa karena penggunaan bra yang tidak pas, terutama saat berolahraga. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk memakai bra yang nyaman, ukurannya pas, dan mudah menyerap keringat.

Payudara terasa nyeri dan kencang umumnya termasuk keluhan yang normal dialami oleh wanita. Biasanya, keluhan ini dapat mereda dengan mengompres payudara dengan kompres hangat dan memijatnya dengan lembut.

Manfaat Minyak Grapefruit untuk Kesehatan

Manfaat Minyak Grapefruit untuk Kesehatan

Minyak grapefruit bukanlah minyak yang berasal dari buah anggur seperti anggapan banyak orang, melainkan dari jeruk bali merah. Meski belum terlalu populer, manfaat minyak grapefruit tidak kalah baik dari minyak esensial lainnya, lho.

Minyak grapefruit terbuat dari ekstrak kulit jeruk bali merah yang diperoleh dengan metode cold press, yaitu teknik perasan bertekanan tinggi dengan mesin hidrolik. Jeruk bali merah yang telah diproses menjadi minyak esensial dipercaya memiliki segudang manfaat untuk kesehatan fisik maupun mental.

Berikut ini adalah beberapa manfaat minyak grapefruit yang dapat diperoleh:

  1. Menurunkan berat badan

Minyak aromaterapi grapefruit bisa digunakan sebagai salah satu cara untuk menurunkan berat badan. Menghirup uap dari minyak ini selama 15 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu, dipercaya bisa menurunkan nafsu makan. Dengan begitu, porsi makan berkurang dan berat badan pun menurun.

Manfaat ini berasal dari kandungan limonene, yaitu komponen dalam kulit buah jeruk yang bisa memengaruhi kerja saraf vagus di saluran pencernaan. Saraf inilah yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

  1. Mencegah infeksi bakteri

Minyak grapefruit mengandung gamma terpinene dan alpha terpineol yang bersifat antibakteri. Kandungan ini diketahui efektif untuk membunuh bakteri Escherichia coli dan Helicobacter pylori yang menyebabkan gangguan pencernaan.

Efek antibakteri pada minyak grapefruit juga bisa mencegah pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, yaitu bakteri penyebab penyakit kulit, dan Enterococcus faecalis, yakni bakteri penyebab infeksi saluran kemih.

Meski begitu, studi tentang khasiat minyak grapefruit ini masih terbatas pada uji coba di laboratorium. Jadi, penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan untuk mengetahui cara pemakaian yang tepat pada manusia dan efektivitasnya.

  1. Menurunkan tekanan darah tinggi

Minyak esensial dari kulit jeruk bali merah juga bisa menurunkan tekanan darah dan menjaganya agar tetap normal. Ini karena kandungan limonene dalam minyak grapefruit bisa mengurangi produksi hormon kortisol.

Hormon kortisol dikenal juga sebagai hormon stres yang dapat meningkatkan tekanan darah, kadar gula darah, dan denyut jantung.

  1. Mengatasi kecemasan

Pada dasarnya, penggunaan aromaterapi dipercaya dapat memberikan efek menenangkan sehingga kerap digunakan untuk mengatasi kecemasan.

Meski belum banyak penelitian yang secara spesifik membahas tentang keterkaitan minyak grapefruit dengan kecemasan, kandungan limonene dalam minyak grapefruit diketahui memiliki efek penenang karena bisa menekan kadar hormon kortisol. Efek ini pun bisa dimanfaatkan untuk meredakan stres dan kecemasan.

  1. Mengobati jerawat

Efek antibakteri pada minyak grapefruit juga mampu melawan bakteri penyebab jerawat di kulit, sehingga bisa mencegah dan mempercepat proses penyembuhan jerawat.

Penggunaan minyak grapefruit untuk jerawat cukup mudah, yaitu dengan mencampurkan minyak esensial grapefruit dengan carrier oil. Lakukan dulu tes alergi dengan cara mengoleskannya sedikit ke lengan bawah dan tunggu selama 24 jam.

Hal-Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Bius Total

Hal-Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Bius Total

Apa yang terbesit di benakmu ketika dokter memberitahu bahwa kamu perlu menjalani operasi dengan bius total? Mungkin akan muncul rasa takut, khawatir, atau pikiran-pikiran yang negatif. Nah, biar tidak panik, kamu perlu memahami dulu beberapa hal yang berkaitan dengan bius total.

Bius total atau dikenal dengan anestesi umum adalah salah satu jenis metode pembiusan yang digunakan untuk memastikan pasien tidak sadar, tidak merasakan nyeri, dan tidak bergerak selama operasi. Pembiusan ini juga membuat pasien tidak mengingat apa pun yang selama operasi berlangsung.

Pemeriksaan Sebelum Bius Total
Sebelum melakukan operasi dan pembiusan, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu secara menyeluruh terhadap kondisi pasien. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa prosedur aman dilakukan oleh pasien serta mengurangi risiko komplikasi dan efek samping akibat pembiusan.

Dokter akan melakukan tanya jawab terkait kondisi kesehatan pasien, termasuk riwayat alergi dan penyakit yang diderita. Selain itu, dokter juga akan menanyakan obat-obatan yang sedang dikonsumsi, termasuk suplemen herbal.

Jika pasien menderita penyakit tertentu, misalnya hipertensi, dokter mungkin akan memberikan pengobatan berupa pemberian obat antihipertensi, terutama jika tekanan darahmu sedang tidak terkontrol. Pengobatan dilakukan hingga kondisimu stabil.

Selain itu, misalnya pasien sedang mengonsumsi obat tertentu, seperti obat pengencer darah, dokter mungkin akan meminta menghentikan konsumsi obat tersebut untuk sementara waktu. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya perdarahan yang berlebihan dan tidak terkontrol selama dan sesudah operasi.

Kondisi yang Dialami Tubuh Saat Bius Total
Pemberian obat bius total dapat dilakukan melalui infus, suntikan, atau gas yang dihirup lewat masker. Dokter juga akan memberikan obat-obatan lain untuk memastikan kondisi pasien stabil, baik sebelum, selama, maupun setelah prosedur.

Pada awalnya, pasien mungkin akan merasa sedikit pusing dan lemas, sebelum akhirnya tidak sadar sama sekali. Selama menjalani prosedur dengan bius total, pernapasan, denyut jantung, suhu, tekanan darah, dan kebutuhan cairan pasien akan dimonitor dengan ketat oleh dokter.

Setelah tindakan medis selesai, dokter akan memberikan obat yang akan membuat pasien sadar kembali dan dipindahkan ke ruang pemulihan. Saat efek dari bius total habis, mungkin pasien akan merasa sedikit bingung atau linglung.

Keluhan ini biasanya berlangsung selama 1–2 hari, tergantung pada jenis operasi dan kondisi kesehatan setelah operasi.

Selain itu, sakit kepala juga merupakan salah satu keluhan yang biasa dialami setelah bangun dari efek obat bius total. Namun, dengan beristirahat dan minum air yang cukup kondisi ini bisa mereda dengan sendirinya. Kalau memang nyerinya berlebihan, biasanya dokter akan memberikan obat pereda nyeri, seperti paracetamol.

Setiap tindakan, termasuk bius total, bisa menimbulkan komplikasi. Komplikasi yang bisa terjadi akibat bius total adalah tetap sadar selama operasi dan munculnya reaksi alergi terhadap obat bius.

Memahami Penyebab Lemah Syahwat

Memahami Penyebab Lemah Syahwat

Lemah syahwat atau impotensi merupakan ketidakmampuan penis untuk ereksi atau mempertahankan posisi ereksi saat berhubungan seksual. Kondisi ini bisa dialami oleh pria seiring pertambahan usia. Namun, selain faktor usia, lemah syahwat juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor lain.

Lemah syahwat lebih sering terjadi pada lansia. Umumnya kondisi ini dialami oleh pria yang telah berusia 60 tahun ke atas. Meski begitu, pria di usia produktif pun bisa saja mengalaminya.

Pria disebut mengalami impotensi bila sulit untuk ereksi setiap kali hendak berhubungan seksual dalam jangka waktu 6 bulan atau lebih. Jika pria hanya sesekali mengalami kesulitan ereksi atau mempertahankan ereksi, belum tentu ia mengalami lemah syahwat.

Beragam Penyebab Lemah Syahwat
Berikut ini adalah kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya lemah syahwat:

  1. Gaya hidup tidak sehat

Kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, kurang tidur atau sering begadang, dan menggunakan dapat menyebabkan gangguan pada pembuluh darah dan mengurangi aliran darah ke penis. Hal ini dapat menyebabkan pria sulit ereksi dan mempertahankan ereksinya.

Selain itu, pria dengan berat badan berlebih dan kurang olahraga juga lebih rentan mengalami lemah syahwat.

  1. Gangguan psikologis

Selain faktor fisik, lemah syahwat juga bisa disebabkan oleh gangguan psikologis atau stres berat yang berkepanjangan.

Beberapa studi menunjukkan bahwa pria yang memiliki masalah psikologis, seperti depresi, gangguan cemas, PTSD, baru saja bercerai atau ditinggalkan oleh pasangan, atau memiliki kekhawatiran berlebih terhadap performa seksualnya, memiliki risiko tinggi untuk mengalami lemah syahwat.

  1. Gangguan hormon

Dorongan atau hasrat seks pria diatur oleh hormon seks yang disebut testosteron. Ketika jumlah testosteron berkurang, maka pria akan memiliki kesulitan dalam mencapai kepuasan seksual dan rentan terkena lemah syahwat.

Selain itu, lemah syahwat juga bisa disebabkan oleh beberapa penyakit lain akibat gangguan hormon, seperti diabetes, gangguan tiroid, dan hipogonadisme. Penyakit-penyakit tersebut dapat menimbulkan komplikasi berupa gangguan saraf serta berkurangnya sirkulasi darah pada penis, sehingga menyebabkan impotensi.

  1. Penyakit kardiovaskular

Kondisi yang memengaruhi jantung dan kemampuannya dalam memompa darah dapat memicu lemah syahwat. Kurangnya aliran darah ke penis ini dapat menyebabkan pria tidak mencapai ereksi.

Penyakit kardiovaskular lain, seperti stroke dan aterosklerosis, juga dapat menyebabkan kesulitan ereksi. Pria yang menderita hipertensi, gula darah tinggi, dan kolesterol berlebihan merupakan kelompok yang berisiko tinggi mengalami lemah syahwat.

  1. Efek samping obat-obatan

Obat-obatan tertentu dapat menimbulkan efek samping yang memengaruhi aliran darah pada penis, sehingga menyebabkan lemah syahwat. Obat-obatan yang dimaksud adalah obat antihipertensi, antidepresan, antipsikotik, obat untuk penyakit jantung, obat penenang, dan kemoterapi untuk mengobati kanker.

  1. Operasi prostat atau kandung kemih

Pria yang menjalani operasi di bagian prostat dan kandung kemih berisiko mengalami lemah syahwat. Hal ini terjadi karena pembuluh darah atau saraf di sekitar penis kemungkinan dapat rusak akibat operasi tersebut.

Gejala lemah syahwat yang muncul dapat bersifat sementara atau menetap setelah operasi. Jika kondisi ini terjadi, mungkin diperlukan perawatan atau pengobatan untuk membantu mengembalikan fungsi ereksi.

  1. Gangguan pada penis

Beberapa kondisi atau kelainan pada penis, seperti penyakit Peyronie, cedera pada penis, dan epispadia, dapat menyebabkan lemah syahwat. Hal ini terjadi karena penyakit tersebut dapat menimbulkan gangguan pada aliran darah, saraf, serta bentuk penis, sehingga penis menjadi sulit ereksi.

Tempat Wisata di Jakarta Barat Terbaru, Kekinian & Hits Dikunjungi

Tempat Wisata di Jakarta Barat Terbaru, Kekinian & Hits Dikunjungi

Ingin Liburan ke Jakarta? Inilah List Tempat Wisata di Jakarta Barat yang Terkenal. Objek Wisata Terbaru, Kekinian dan Paling Hits Dengan Beragam Keunikannya yang layak Anda Jelajahi Saat Liburan.

Sebagai bagian dari wilayah kota metropolitan, Jakarta Barat menjadi salah satu kota yang termasuk dalam administratif di DKI Jakarta yang menawarkan potensi wisata sejarah unggulan. Selain wisata yang banyak berlokasi di kawasan Kota Tua Jakarta, ada banyak juga tempat menarik lainnya yang tersebar di seluruh Jakarta Barat yang tidak hanya seru, tapi juga mengedukasi dan menambah wawasan.

Berikut beberapa rekomendasi objek wisata di Jakarta Barat yang menarik, dan menjadi referensi Anda dalam memilih tujuan liburan terbaik.

  1. Museum Fatahillah

Museum yang juga dikenal sebagai Museum agen sbobet Sejarah Jakarta ini menjadi destinasi wisata pertama yang tidak boleh Anda lewatkan, ketika berkunjung ke Jakarta Barat. Museum yang dibangun pada tahun 1707 ini bahkan menjadi museum paling besar yang ada di kota Jakarta. Museum Fatahilah dulunya dijadikan sebagai balai kota, yang juga dilengkapi dengan ruang kantor, ruang pengadilan, dan penjara bawah tanah.

Namun pada tahun 1974, bangunan ini kemudian berubah fungsi menjadi sebuah museum. Kini jika berkunjung ke sana, Anda akan menemukan berbagai koleksi di antaranya yaitu barang arkeologi, prasasti, keramik, patung, meriam, mebel antik, benda kebudayaan betawi, dan lain sebagainya. Untuk fasilitasnya sendiri begitu lengkap, mulai dari museum, perpustakaan, kantin, taman, ruang pertemuan, toko souvenir, hingga mushola.

  1. Museum Bank Indonesia

Jakarta Barat yang terkenal akan wisata sejarahnya memiliki museum lain bernam Museum Bank Indonesia. Museum satu ini mengusung konsep yang cukup modern, rapi dan bersih, sehingga akan membuat para pengunjung yang datang merasa betah untuk melihat lihat. Saat pertama memasuki museum, Anda akan langsung dimanjakan ruangan museum yang sejuk dan ber AC. Penataannya juga begitu rapi, sehingga sedap untuk dipandang.

Museum Bank Indonesia menyimpan berbagai koleksi berupa uang kertas, uang logam, emas batangan, brankas, serta berbagai jenis barang lainnya yang merupakan saksi sejarah keuangan Indonesia. Untuk memasuki museum, Anda tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun alias gratis. Tentunya perjalanan wisata ini akan hemat, menghibur, serta menambah wawasan Anda.

  1. Museum Tekstil

Museum Tekstil ini dulunya merupakan sebuah rumah milik orang berkebangsaan Perancis, yang kemudian diserahkan kembali kepada pemda Jakarta. Gedung bangunannya memiliki ciri khas, yang terlihat pada ukuran pintunya yang begitu besar. Selain itu, arsitektur kolonial serta keramik yang bermotif unik membuat bangunannya tampak lebih menarik dan begitu khas.

Sesuai dengan namanya, Museum Tekstil ini menyimpan ribuan kain yang asalnya dari berbagai penjuru di Indonesia. Namun yang dipamerkan pada pengunjung hanya sebagian kecilnya saja, meski begitu jenisnya masih begitu banyak di antaranya yaitu kain tenun, kain batik, kain jumput, serta baju yang terbuat dari kain campuran dan kulit kayu. Keunikannya layak untuk jelajahi pada saat liburan tiba.

Obat Sakit Perut Melilit Berdasarkan Penyebabnya

Obat Sakit Perut Melilit Berdasarkan Penyebabnya

Pilihan obat sakit perut melilit memang ada banyak, tapi jangan mengonsumsinya sembarangan. Pasalnya, obat-obatan tersebut perlu disesuaikan dengan penyebab sakit melilit pada perut. Bila tidak, pengobatan bisa tidak efektif, bahkan keluhannya bisa menjadi lebih buruk.

Penyebab sakit perut melilit ada beragam, tapi lebih umum dikaitkan dengan gangguan pencernaan, misalnya sakit maag, sembelit, atau iritasi usus. Tidak hanya masalah di saluran cerna, gangguan di area panggul atau organ intim juga bisa memicu keluhan nyeri perut.

Sakit perut melilit biasanya tidak membutuhkan penanganan medis karena akan hilang dengan sendirinya. Namun, untuk meredakan rasa sakit yang kerap mengganggu aktivitas, Anda bisa mengonsumsi obat sakit perut melilit sesuai dengan penyebabnya.

Inilah Pilihan Obat Sakit Perut Melilit

Ada beberapa obat yang bisa mengatasi sakit perut melilit berdasarkan penyebabnya, yaitu:

  1. Obat pereda nyeri

Keluhan sakit perut melilit yang muncul selama PMS atau menstruasi dapat diatasi dengan obat pereda nyeri atau painkiller, seperti paracetamol. Ini karena paracetamol dapat menghambat produksi prostaglandin yang memicu rasa sakit.

Namun, tidak semua obat pereda nyeri bisa mengatasi semua jenis sakit perut melilit. Contohnya adalah obat pereda nyeri golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen dan aspirin.

Konsumsi obat golongan ini perlu dihindari ketika Anda sedang menderita sakit perut melilit akibat gangguan pencernaan. Pasalnya, obat ini dapat mengiritasi saluran cerna sehingga bisa memperburuk sakit perut yang Anda derita.

  1. Antasida

Sakit perut melilit bisa menjadi gejala dari sakit maag atau GERD. Sakit perut yang disebabkan oleh penyakit ini punya ciri khas, yaitu muncul di bagian perut kiri atas.

Selain menyebabkan sakit perut melilit, penyakit GERD juga dapat ditandai dengan gejala lain, seperti nyeri dada dan ulu hati, mual, muntah, mulut pahit, sakit tenggorokan, batuk kering, atau dada terasa sesak.

Untuk mengatasi sakit perut melilit karena kedua kondisi ini, Anda bisa mengonsumsi obat antasida, yang mampu menetralkan asam lambung.

  1. Obat pencahar

Sembelit atau susah buang air besar (BAB) bisa membuat tinja sulit dikeluarkan, sehingga memicu keluhan sakit perut melilit. Untuk meredakan keluhan ini, jenis obat sakit perut melilit yang direkomendasikan adalah obat pencahar atau laksatif.

Obat pencahar bisa melunakkan tinja dan meningkatkan kontraksi atau pergerakan usus, sehingga tinja lebih mudah untuk dikeluarkan. Obat sakit perut melilit ini umumnya mengandung laktulosa atau bisacodyl.

Obat-obatan tersebut sebaiknya dikonsumsi sesuai resep atau saran dari dokter. Ini karena terlalu sering mengonsumsi obat pencahar atau dalam jangka waktu yang panjang dapat menurunkan fungsi usus.

  1. Obat antidiare

Selain menyebabkan sakit perut melilit, diare juga ditandai dengan frekuensi BAB yang meningkat, tinja encer atau cair, sulit menahan keinginan untuk BAB, mual, muntah, atau kembung.

Nah, untuk mengatasi keluhan sakit perut melilit yang disebabkan oleh diare, obat yang perlu dikonsumsi adalah obat antidiare, seperti loperamide atau bismuth subsalisilat. Namun, konsumsi kedua obat ini tidak dianjurkan untuk anak-anak.

Karena diare bisa menyebabkan dehidrasi, konsumsi obat antidiare saja tidak cukup. Selama diare, penderitanya juga harus mengonsumsi air putih sebanyak 2–3 liter per sehari agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Manfaat Okra Merah bagi Kesehatan Tubuh

Manfaat Okra Merah bagi Kesehatan Tubuh

Meski tidak sepopuler okra hijau, ada beragam manfaat okra merah yang baik untuk kesehatan. Selain kaya akan protein, sayuran ini juga mengandung beragam vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh.

Okra merah masih terdengar asing bagi masyarakat Indonesia, karena cukup sulit ditemukan sehingga tergolong jarang dikonsumsi. Namun, sayuran yang bentuknya menyerupai pare ini memiliki kandungan nutrisi yang melimpah dan penting bagi kesehatan tubuh.

Ada beberapa manfaat okra merah bagi kesehatan yang perlu Anda ketahui, antara lain:

  1. Mencegah konstipasi

Okra merah memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Oleh karena itu, banyak yang meyakini bahwa konsumsinya bisa meningkatkan pergerakan usus dan mengatasi sulit buang air besar atau konstipasi.

  1. Mengontrol kadar gula darah

Okra merah dipercaya baik untuk penderita diabetes. Meski perlu diteliti lebih lanjut, serat dan lendir yang terkandung dalam okra merah dipercaya bisa meningkatkan kerja hormon insulin sehingga bisa mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh.

  1. Meningkatkan gairah seksual

Manfaat okra merah selanjutnya adalah meningkatkan gairah seksual. Manfaat ini dapat diperoleh berkat kandungan magnesium yang tinggi di dalamnya. Selain magnesium, okra merah juga mengandung vitamin B, folat, zinc, dan zat besi yang baik untuk menjaga kesehatan organ intim.

  1. Meningkatkan imunitas tubuh

Okra merah juga mengandung vitamin C yang tinggi. Mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C, seperti okra merah, bisa meningkatkan imunitas tubuh. Selain itu, efek antioksidan dari vitamin C juga mampu menangkal dampak buruk dari radikal bebas.

  1. Menurunkan risiko terkena penyakit jantung

Manfaat okra merah lainnya adalah mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Ini karena konsumsinya dianggap efektif untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Menurut sebuah studi, cara kerja okra merah dalam menurunkan kolesterol adalah dengan mengikat kolesterol di saluran pencernaan, lalu mengeluarkannya bersama tinja. Meski begitu, manfaat ini masih perlu ditinjau lebih lanjut.

Gejala Asam Urat di Kaki yang Penting untuk Dikenali

Gejala Asam Urat di Kaki yang Penting untuk Dikenali

Ada berbagai gejala asam urat di kaki, seperti nyeri, bengkak, terasa panas, dan tampak kemerahan. Jika tidak diobati dengan benar, gejala asam urat di kaki ini bisa mengganggu aktivitas, bahkan membuat Anda sulit berjalan.

Penyakit asam urat adalah salah satu penyebab radang sendi yang cukup sering menyerang bagian kaki. Penyakit ini terjadi karena kadar asam urat yang terlalu tinggi di dalam tubuh, sehingga mineral tersebut mengendap dan membentuk kristal yang tajam dan menyerang persendian.

Hal ini bisa membuat sendi yang terkena asam urat menjadi bengkak, kemerahan, dan terasa sakit. Serangan asam urat bisa muncul di sendi mana pun, tetapi paling sering di jempol kaki, lutut, dan pergelangan kaki. Gejala asam urat di kaki biasanya muncul secara tiba-tiba dan bertahan selama 5−10 hari.

Berbagai Gejala Asam Urat di Kaki
Berikut adalah beberapa gejala asam urat di kaki yang sering muncul:

  1. Nyeri sendi di jempol kaki, pergelangan kaki, dan lutut

Gejala asam urat di kaki yang paling umum adalah rasa nyeri atau sakit yang luar biasa pada sendi yang terserang, bisanya di bagian jempol kaki, telapak kaki, pergelangan kaki, dan lutut. Rasa nyeri akibat gejala asam urat bisa terasa seperti ditusuk-tusuk, berdenyut, atau perih dan panas.

Saat gejala tersebut muncul, orang yang mengalaminya bisa sulit untuk beraktivitas. Bahkan, menggerakkan kaki sedikit saja bisa terasa sangat susah dan hal ini bisa membuat mereka kesulitan atau bahkan tidak bisa berjalan.

Munculnya gejala asam urat di kaki biasanya bisa kambuh di malam hari atau pagi hari saat baru bangun tidur, lalu mereda dalam beberapa hari. Namun, terkadang, nyeri sendi akibat asam urat bisa berlangsung selama berminggu-minggu.

  1. Bengkak di sekitar sendi yang terserang asam urat

Gejala asam urat di kaki selanjutnya adalah bengkak di sekitar sendi yang terserang asam urat. Pembengkakan bisa terjadi karena iritasi dan peradangan pada sendi akibat tusukan kristal asam urat.

  1. Rentang gerak menjadi terbatas

Rasa nyeri yang parah dan pembengkakan yang terjadi di sendi yang terserang bisa membuat sendi menjadi kaku dan sulit digerakkan. Hal ini bisa membuat orang yang mengalami kekambuhan gejala asam urat di kaki menjadi sulit untuk bergerak dan beraktivitas selama beberapa hari.

  1. Perubahan pada kulit di sekitar sendi yang terserang

Perubahan pada kulit di sekitar sendi juga termasuk gejala asam urat di kaki yang sering muncul. Kulit di sekitar sendi yang terserang biasanya akan terlihat kemerahan atau keunguan, terasa kaku, dan hangat ketika disentuh. Selain itu, kulit juga mungkin bisa terlihat meregang.

Pada kasus tertentu, khususnya penyakit asam urat yang sudah lama dan tidak diobati dengan baik, penumpukan asam urat bisa menyebabkan terbentuknya benjolan di kulit yang terasa keras dan kasar. Benjolan ini disebut tofus.

Benjolan tofus pada asam urat biasanya tidak nyeri, tapi terkadang bisa juga terasa nyeri. Benjolan ini sering muncul di sekitar pergelangan kaki atau sendi jari kaki, tapi juga bisa di siku, jari tangan, dan pergelangan tangan.

Gejala asam urat di kaki biasanya bisa mereda sendiri dalam waktu beberapa hari. Namun, untuk meringankan keluhan nyeri dan bengkak di kaki karena asam urat, Anda bisa memberi kompres dingin pada kaki, beristirahat, dan mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen.

Gejala Batu Ginjal yang Perlu Anda Kenali

Gejala Batu Ginjal yang Perlu Anda Kenali

Gejala batu ginjal penting untuk Anda kenali agar penyakit ini dapat terdeteksi sedini mungkin. Gejala yang dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius, seiring dengan bertambah besarnya ukuran batu ginjal.

Batu ginjal terbentuk saat limbah dalam darah menumpuk dan membentuk kristal di dalam ginjal. Gejala batu ginjal biasanya baru mulai dirasakan saat batu ginjal sudah berukuran besar dan menumpuk, sehingga menghalangi aliran urine dari ginjal ke kandung kemih.

Kenali Berbagai Gejala Batu Ginjal

Gejala batu ginjal perlu dikenali agar dapat ditangani segera. Berikut ini adalah beberapa gejala batu ginjal:

  1. Nyeri saat buang air kecil

Nyeri saat berkemih merupakan salah satu gejala batu ginjal. Kondisi ini dapat terjadi ketika batu ginjal berada di ureter (saluran pipa dari ginjal ke kandung kemih), tepatnya di perbatasan sebelum masuk ke kandung kemih.

Meski demikian, nyeri saat berkemih tidak selalu berkaitan dengan batu ginjal. Infeksi saluran kemih juga bisa menjadi pemicu nyeri saat buang air kecil.

  1. Nyeri pada punggung, pinggang, atau perut

Munculnya rasa nyeri pada area pinggang, punggung, dan perut merupakan gejala paling khas dari batu ginjal. Kondisi ini disebut juga dengan istilah kolik ginjal. Nyeri dapat terjadi ketika batu bergerak di dalam ureter dan menghambat aliran urine dari ginjal ke kandung kemih.

Nyeri yang muncul bisa terjadi secara tiba-tiba, hilang-timbul, dan semakin terasa parah saat ureter berkontraksi untuk mendorong batu keluar. Rasa nyeri tidak hanya bisa Anda alami di area pinggang, punggung, dan perut, tetapi juga bisa menjalar hingga ke selangkangan.

  1. Sering buang air kecil

Sering buang air kencing padahal tidak sedang banyak minum juga bisa menjadi gejala batu ginjal. Bahkan, keinginan untuk buang air kecil bisa menjadi tidak tertahankan. Kondisi ini biasanya terjadi saat batu ginjal mulai bergerak ke bawah saluran kemih.

  1. Urine berwarna keruh atau berbau tidak sedap

Selain menandakan adanya penyakit infeksi saluran kemih, urine berwarna keruh atau berbau tidak sedap juga bisa menjadi salah satu gejala batu ginjal.

Urine berwarna keruh bisa disebabkan oleh nanah atau tingginya kadar sel darah putih dalam urine. Sementara bau busuk pada urine bisa dipicu oleh bakteri atau urine yang pekat.

  1. Urine mengandung darah

Gejala batu ginjal lainnya yang dapat Anda alami adalah munculnya darah pada urine atau hematuria. Kondisi ini bisa terjadi ketika batu ginjal mengiritasi jaringan halus yang melapisi saluran kemih, termasuk di dalam ureter.

Darah pada urine bisa berwarna merah muda, merah, atau cokelat. Namun, terkadang jumlah darah yang keluar sangat sedikit (mikrohematuria) sehingga hanya bisa dilihat menggunakan mikroskop saat dilakukan tes lab urine.

  1. Kencing sedikit atau anyang-anyangan

Kencing sedikit atau anyang-anyangan menjadi salah satu gejala batu ginjal. Kondisi ini bisa terjadi jika batu ginjal tersangkut di ureter dan menghambat aliran urine, sehingga urine sampai ke kandung kemih sedikit-sedikit.

Jika penyumbatan di saluran kemih sudah parah, Anda bahkan tidak bisa berkemih sama sekali. Kondisi ini bisa berbahaya dan membutuhkan pertolongan medis segera.

  1. Mual dan muntah

Saraf pada ginjal dan saluran pencernaan saling terkoneksi. Batu ginjal dapat memicu saraf di saluran pencernaan sehingga menyebabkan mual dan muntah. Mual dan muntah yang muncul juga menjadi bagian dari respons tubuh terhadap nyeri yang hebat.

  1. Demam dan meriang

Meski bisa menjadi tanda dari penyakit lain, demam dan meriang juga bisa menjadi gejala batu ginjal. Demam dan meriang biasanya dialami saat batu ginjal yang Anda derita sudah menyebabkan komplikasi serius, sehingga memerlukan penanganan medis darurat.

Gejala batu ginjal dapat mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Oleh karena itu, jika Anda merasakan gejala batu ginjal seperti yang telah disebutkan di atas, jangan ragu untuk pergi ke dokter untuk memastikan penyebab batu ginjal yang dialami sekaligus mendapatkan penanganan yang sesuai.

Ciri-Ciri Kurap yang Penting untuk Diketahui

Ciri-Ciri Kurap yang Penting untuk Diketahui

Ciri-ciri kurap yang paling umum adalah munculnya ruam berbentuk cincin di kulit dan terasa gatal. Selain itu, kurap juga ditandai dengan gejala lain yang berbeda-beda, tergantung bagian tubuh yang terinfeksi.

Kurap muncul akibat infeksi jamur di kulit. Kondisi ini biasanya dialami oleh orang yang tinggal di daerah dengan cuaca panas dan lembap, sering mengenakan pakaian ketat, atau memiliki kontak erat dengan manusia atau hewan yang terinfeksi.

Kurap bisa muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk badan, kaki, tangan, kuku, kulit kepala, jenggot, atau selangkangan. Ciri-ciri kurap biasanya muncul sekitar 4–14 hari setelah kulit bersentuhan dengan jamur penyebab kurap.

Kenali Ciri-Ciri Kurap

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ciri-ciri kurap tergantung pada bagian tubuh yang terinfeksi. Meski begitu, ciri-ciri kurap umumnya meliputi:

  1. Ruam berbentuk cincin

Ciri-ciri kurap bisa dikenali dengan munculnya ruam atau bercak kemerahan yang berbentuk seperti cincin. Pada kulit yang cenderung gelap, bercak tersebut umumnya berwarna cokelat atau keabu-abuan.

Ruam berbentuk cincin akibat infeksi jamur ini umumnya memiliki warna yang lebih terang di bagian tengahnya dan bentuknya lebih tinggi dari kulit sekitarnya. Jumlah ruam dapat lebih dari satu dan ukurannya bisa meluas.

  1. Kulit gatal, bersisik, dan pecah-pecah

Selain ruam, ciri-ciri kurap lainnya adalah kulit yang gatal, bersisik, dan pecah-pecah. Pada kondisi yang parah dan tidak diobati hingga tuntas, infeksi jamur di kulit ini bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi bakteri sehingga kulit dapat melepuh dan bernanah.

  1. Kuku menebal dan berubah warna

Kurap bisa terjadi di satu atau beberapa kuku kaki dan tangan. Ciri-ciri kurap pada kuku biasanya diawali dengan penebalan jaringan di bawah kuku dan warna kuku menguning. Setelah itu, kuku bisa menghitam dan menebal. Kuku yang menebal lama-kelamaan bisa retak dan terangkat dari dasar kuku.

  1. Rambut rontok
    Kurap yang muncul di kulit kepala dan jenggot bisa menyebabkan kerontokan rambut yang tidak merata hingga kebotakan. Namun, rambut yang rontok ini biasanya dapat tumbuh kembali ketika kurap di kepala diobati dengan baik.