Arsip Bulanan: Februari 2023

Penyebab Payudara Nyeri Sebelah Kiri yang Perlu Diketahui

Penyebab Payudara Nyeri Sebelah Kiri yang Perlu Diketahui

Keluhan payudara nyeri sebelah kiri paling sering muncul akibat perubahan kadar hormon dan biasanya selama menstruasi atau hamil. Meski begitu, keluhan ini sebaiknya tidak diabaikan, terlebih bila disertai gejala yang mengarah pada penyakit tertentu.

Keluhan nyeri payudara bisa muncul pada salah satu payudara saja, misalnya hanya payudara sebelah kiri. Rasa nyeri yang muncul bisa bersifat ringan, tetapi bisa pula terasa menyakitkan. Hal ini membuat banyak wanita khawatir bila nyeri payudara yang muncul ada kaitannya dengan penyakit rtp slot tertentu, seperti kanker payudara.

Padahal, payudara nyeri sebelah kiri maupun kanan umumnya tidak disebabkan oleh kondisi serius dan dapat hilang atau mereda dengan sendirinya seiring waktu.

Penyebab Payudara Nyeri Sebelah Kiri

Ada beragam penyebab payudara nyeri sebelah kiri yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  1. Siklus menstruasi

Penyebab nyeri payudara atau mastalgia, baik pada kedua payudara atau hanya payudara kiri saja, umumnya berkaitan dengan siklus menstruasi. Rasa nyeri tersebut dipengaruhi oleh perubahan kadar hormon yang terjadi menjelang masa menstruasi.

Namun, keluhan ini hanya bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya saat awal menstruasi atau selesai menstruasi.

  1. Kehamilan

Nyeri payudara kiri dan kanan bisa menjadi gejala awal kehamilan. Kondisi ini dapat terjadi karena pengaruh dari perubahan hormon estrogen, progesteron, dan prolaktin yang terjadi selama kehamilan.

Selain nyeri, payudara akan tampak bengkak dan puting payudara juga terasa lebih sensitif. Gejala awal kehamilan ini memang sekilas mirip dengan gejala sindrom pramenstruasi. Namun, payudara sensitif dan nyeri yang muncul karena kehamilan cenderung lebih intens.

  1. Menyusui

Menyusui juga bisa menyebabkan nyeri payudara, baik pada payudara kanan maupun payudara kiri. Hal ini umum terjadi karena produksi ASI yang melimpah dan biasanya akan mereda setelah ASI dikeluarkan.

Selain pengaruh produksi ASI, saluran ASI tersumbat atau mastitis juga bisa memicu payudara kiri maupun kanan terasa nyeri. Kondisi tersebut umumnya dapat diatasi dengan cara sederhana, seperti mengompres payudara dengan air hangat dan memijat payudara secara lembut.

Mengenal Fungsi Tulang Jari Tangan dan Gangguan yang Bisa Terjadi

Mengenal Fungsi Tulang Jari Tangan dan Gangguan yang Bisa Terjadi

Ada berbagai fungsi tulang jari tangan yang mampu menunjang kelancaran aktivitas sehari-hari. Namun, ada pula kondisi-kondisi tertentu yang dapat mengganggu fungsi tulang ini sehingga berbagai aktivitas pun menjadi sulit dilakukan.

Tangan manusia tersusun dari dua jenis tulang, yaitu tulang telapak tangan dan tulang jari tangan. Dari kedua jenis tulang penyusun tangan, tulang jari tangan memiliki jumlah paling banyak.

Setiap jari memiliki 3 buah tulang jari, kecuali ibu jari yang hanya tersusun atas 2 buah tulang. Artinya, tangan tersusun oleh 14 tulang jari yang memiliki berbagai fungsi penting. Bila ada kelainan pada salah satu dari tulang ini, fungsi tulang jari tangan juga bisa terganggu.

Fungsi Tulang Jari Tangan

Secara umum, ada beberapa fungsi tulang jari tangan, yaitu:

  1. Membentuk struktur tangan

Sebelumnya telah disebutkan bahwa struktur tangan dibentuk oleh beberapa jenis tulang, salah satunya tulang jari tangan. Dapat disimpulkan bahwa salah satu fungsi tulang jari tangan adalah untuk membentuk struktur tangan yang sempurna.

  1. Sebagai tempat melekatnya ligamen

Setiap jari tangan tersusun atas 2–3 tulang. Untuk membentuk struktur jari yang sempurna, tulang-tulang ini dihubungkan oleh ligamen atau jaringan halus yang menempel langsung di tulang. Selain melekatkan tulang-tulang jari tangan, ligamen juga menyatukan tulang jari tangan ke tulang telapak tangan.

  1. Mendukung pergerakan tangan

Tulang jari tangan juga dapat mendukung berbagai gerakan, seperti mengepalkan tangan serta melebarkan dan merapatkan jari. Tanpa disadari, berbagai gerakan di atas sering dilakukan dalam kegiatan sehari-hari, misalnya saat mendorong, mengambil, maupun menggenggam benda.

  1. Menjaga kestabilan tubuh

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tulang jari tangan mampu melakukan gerakan merapat dan melebar. Gerakan melebarkan jari tangan dapat menjaga kestabilan tubuh ketika sedang melakukan gerakan tertentu yang menumpukan berat badan ke tangan, misalnya gerakan push up atau merangkak.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Prosedur Mikrodisektomi

Mengenal Lebih Jauh Tentang Prosedur Mikrodisektomi

Mikrodisektomi atau microdiscectomy adalah operasi tulang belakang untuk menangani saraf kejepit. Pada operasi ini, dokter bedah akan mengangkat bantalan saraf di tulang belakang untuk mengurangi tekanan pada saraf tulang belakang yang terjepit. Dengan demikian gejala saraf kejepit dapat mereda.

Tidak semua saraf kejepit (hernia nukleus pulposus) perlu dioperasi. Sebagian besar penderitanya dapat membaik setelah mengonsumsi obat-obatan dan menjalani fisioterapi. Gejala hernia nukleus pulposus bahkan dapat mereda dengan sendirinya setelah beberapa minggu.

Mikrodisektomi umumnya akan disarankan oleh dokter ketika gejala yang dialami pasien tidak mereda setelah menjalani pengobatan dan fisioterapi selama lebih dari 3 bulan. Operasi ini dilakukan untuk mencegah bertambah parahnya gejala yang dirasakan akibat saraf kejepit.

Tujuan dan Indikasi Mikrodisektomi
Gejala hernia nukleus pulposus dapat berupa sakit, kesemutan, atau kelemahan pada bagian tubuh tertentu. Jika hernia nukleus pulposus terjadi di leher, rasa sakit dapat menjalar ke bahu dan lengan.

Sementara itu, jika hernia nukleus pulposus terjadi di punggung bawah, nyeri akan menjalar ke bokong, paha, betis, dan kaki. Nyeri menjalar ini dikenal dengan skiatika. Rasa sakit akan makin terasa saat penderita batuk, bersin, atau menggerakkan tubuh ke posisi tertentu.

Dokter dapat menangani saraf kejepit dengan obat-obatan dan fisioterapi. Prosedur mikrodisektomi baru dilakukan jika pasien merasakan sakit selama lebih dari 3 bulan dan pengobatan tanpa operasi tidak berhasil.

Setelah Mikrodisektomi
Pasien umumnya diperbolehkan untuk pulang 24 jam setelah operasi. Selama masa pemulihan, pasien diwajibkan untuk mengikuti program fisioterapi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot-otot di sekitar tulang belakang.

Untuk sementara waktu, pasien juga perlu menghindari aktivitas seperti duduk terlalu lama, mengangkat beban berat, mengemudi, dan membungkukkan tubuh. Dokter juga akan meminta pasien untuk menggunakan korset atau penyangga tulang belakang selama beberapa waktu sesudah operasi.

Sebagian besar pasien yang menjalani mikrodisektomi dapat kembali beraktivitas setelah 2 minggu. Namun, butuh waktu sekitar 1,5 bulan untuk sembuh total.

Dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri jika bekas luka terasa sakit. Sakit yang dirasakan pasien biasanya lebih ringan daripada sakit akibat saraf terjepit sebelum dioperasi.

Selama masa pemulihan, luka bekas operasi akan mengeluarkan cairan. Kondisi ini merupakan hal yang normal. Namun, pemeriksaan perlu dilakukan jika timbul nyeri yang parah, demam, atau keluar nanah dari bekas luka operasi.

Obat Kutil di Leher yang Paling Ampuh

Obat Kutil di Leher yang Paling Ampuh

Meski kutil biasanya bisa sembuh dengan sendirinya, obat kutil di leher dapat digunakan untuk menghilangkan kutil lebih cepat, sekaligus mencegah penularan dan penyebaran kutil ke bagian tubuh lain. Obat-obatan ini bisa Anda dapatkan secara bebas atau dengan resep dokter.

Kutil disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV) yang dapat menular melalui kontak langsung dari kulit ke kulit atau melalui permukaan benda yang terkontaminasi. Penyakit kulit ini dapat muncul di bagian tubuh mana pun, termasuk leher.

Kutil di leher umumnya tidak berbahaya, tetapi bisa terasa gatal serta sakit dan tentunya mengganggu penampilan. Tanpa pengobatan, kutil bisa menyebar dan menimbulkan lebih banyak kutil baru. Untuk mengatasinya, ada beberapa pilihan obat kutil di leher yang ampuh.

Berbagai Obat Kutil di Leher
Obat yang digunakan untuk mengatasi kutil rtp live di leher adalah obat luar yang digunakan dengan cara dioleskan atau disemprotkan ke permukaan kutil. Berikut ini adalah jenis obat kutil di leher yang biasanya digunakan:

  1. Asam salisilat

Obat kutil di leher yang paling sering digunakan adalah obat dengan kandungan asam salisilat. Kandungan ini bekerja dengan cara mengikis lapisan kutil, sehingga kutil nantinya bisa mengelupas dan hilang sepenuhnya.

Asam salisilat bisa diperoleh tanpa resep dokter dan tersedia dalam bentuk cair, gel, salep, atau koyo. Untuk hasil yang maksimal, oleskanlah obat ini ke kutil 1–2 kali sehari hingga kutil benar-benar hilang.

  1. Asam trikloroasetat

Jika asam salisilat tidak cukup ampuh untuk menghilangkan kutil di leher, dokter biasanya akan meresepkan asam trikloroasetat. Obat ini digunakan dengan cara dioleskan ke permukaan kutil.

Pengobatan dengan asam trikloroasetat membutuhkan perawatan berulang setiap minggunya dan bisa menimbulkan sensasi terbakar serta perih pada kulit.

  1. Cantharidin

Pilihan obat kutil di leher lainnya adalah cairan cantharidin. Obat cair ini mengandung bahan kimia khusus dan hanya boleh dioleskan oleh dokter.

Setelah dokter mengoleskan cairan cantharidin pada kutil, kutil akan melepuh dalam waktu 3–8 jam dan biasanya tidak menimbulkan rasa perih. Dokter akan menjadwalkan kunjungan berikutnya untuk mengangkat jaringan kutil yang sudah mati.

  1. Nitrogen cair

Untuk menghilangkan kutil di leher membandel yang tidak efektif dengan obat di atas, dokter biasanya merekomendasikan terapi pembekuan dengan nitrogen cair. Teknik yang disebut krioterapi ini merupakan pilihan yang baik jika Anda ingin menghilangkan kutil dengan cepat.

Pembekuan dilakukan dengan menyemprotkan nitrogen cair ke kutil dan area kulit sekitarnya. Selanjutnya, paparan dingin yang ekstrem dapat membakar kulit dan menimbulkan lepuhan. Nantinya, jaringan kutil yang mati akan mengelupas dalam waktu 1 minggu atau lebih.

Kandungan Nutrisi Susu Peninggi Badan dan Cara Kerjanya

Kandungan Nutrisi Susu Peninggi Badan dan Cara Kerjanya

Susu peninggi badan kerap disertakan pada asupan dalam upaya menambah tinggi badan anak. Tidak hanya anak-anak, susu ini juga baik diminum oleh remaja karena mengandung berbagai nutrisi yang berperan dalam mengoptimalkan pertumbuhan.

Laju pertumbuhan setiap anak memang berbeda-beda. Meski genetik berperan besar dalam menentukan tinggi badan anak, ada juga faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan anak, salah satunya adalah asupan nutrisi.

Untuk menambah tinggi badan anak, orang tua terkadang memberikan susu peninggi badan pada anak. Susu peninggi badan yang beredar di pasaran umumnya berasal dari susu sapi dan mengandung berbagai nutrisi untuk tumbuh kembang anak.

Kandungan Nutrisi Susu Peninggi Badan
Meskipun terdapat beragam produk susu peninggi badan, setidaknya ada beberapa nutrisi yang umum terkandung di dalam jenis susu tersebut, antara lain:

  1. Protein

Kandungan protein dalam susu memang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain berperan sebagai sumber energi, protein juga berfungsi untuk membentuk sel dan jaringan tubuh, menghasilkan hormon, serta membangun otot dan tulang.

  1. Kalsium

Kalsium merupakan salah satu nutrisi dalam susu peninggi badan yang penting bagi tumbuh kembang anak. Tidak hanya mengoptimalkan kerja saraf dan otot, kalsium juga bermanfaat untuk memperkuat tulang.

  1. Vitamin A

Selain berfungsi untuk menjaga kesehatan mata, vitamin A pada susu juga berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebuah studi bahkan menyebutkan bahwa kekurangan vitamin A dalam jangka panjang berisiko menghambat pertumbuhan anak.

  1. Vitamin D

Tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan penyerapan kalsium oleh tubuh, vitamin D juga bermanfaat dalam menjaga kekebalan tubuh serta mendukung tumbuh kembang anak, terutama pertumbuhan tulang.

  1. Seng

Seng juga termasuk salah satu nutrisi yang umum ditemukan dalam susu peninggi badan. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa asupan seng yang cukup dapat membantu anak memiliki tinggi dan berat badan yang ideal. Sebaliknya, kekurangan asupan seng justru dapat menghambat pertumbuhan anak.

Selain beberapa nutrisi di atas, susu peninggi badan umumnya juga mengandung riboflavin, vitamin B12, fosfor, dan magnesium untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Ketahui Apa Itu Robotic Spine Surgery

Ketahui Apa Itu Robotic Spine Surgery

Robotic spine surgery adalah operasi tulang belakang menggunakan bantuan lengan robot dan laparoskopi. Prosedur ini dilakukan antara lain untuk mengatasi herniasi diskus atau memasang implan di tulang belakang.

Operasi robotik untuk tulang belakang, atau dikenal dengan robotic-assisted spine surgery, mirip dengan operasi tulang belakang dengan teknik laparoskopi. Perbedaannya adalah pada teknik robotik, dokter bedah mengendalikan lengan robot melalui komputer.

Pada awalnya, operasi robotik tulang belakang hanya dilakukan untuk membantu operasi konvensional atau laparoskopi. Namun, pada beberapa tahun belakangan, teknik robotik diteliti untuk mengatasi gangguan tulang belakang yang lebih serius, seperti tumor, retak tulang belakang, atau skoliosis.

Saat ini, beberapa rumah sakit di Indonesia telah menyediakan fasilitas prosedur robotic spine surgery atau operasi robotik tulang belakang.

Peringatan Robotic Spine Surgery
Pasien yang hendak menjalani operasi robotik tulang belakang disarankan untuk memberi tahu dokter terkait obat atau suplemen yang dikonsumsi, terutama obat yang dapat mengganggu pembekuan darah, seperti clopidogrel, aspirin, atau warfarin. Pasien juga perlu memberi tahu dokter tentang riwayat penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, atau penyakit paru-paru.

Prosedur Robotic Spine Surgery
Setelah memasuki ruang operasi, pasien akan diminta untuk mengganti pakaian dengan jubah khusus operasi, kemudian berbaring telungkup di atas meja operasi. Selanjutnya, dokter akan memberikan bius total. Bila diperlukan, pasien juga akan diberikan alat bantu pernapasan selama operasi.

Setelah bius bekerja dan pasien tertidur, dokter akan membuat beberapa sayatan kecil di area yang akan dioperasi. Beberapa selang lentur yang dilengkapi dengan kamera dan lampu akan dimasukkan melalui sayatan tersebut, dengan bantuan lengan robot yang dikendalikan oleh dokter bedah melalui komputer.

Selama operasi robotik tulang belakang berlangsung, dokter akan memantau area operasi secara langsung. Tujuannya adalah untuk mengawasi agar lengan robot tidak melakukan kesalahan.

Setelah operasi selesai, luka operasi akan dijahit dan ditutup dengan perban. Dokter juga akan memberikan obat pereda nyeri.

Setelah Robotic Spine Surgery
Setelah operasi selesai, pasien akan dibawa ke ruang pemulihan sebelum kembali ke kamar rawat inap. Biasanya, pasien perlu dirawat 3–5 hari setelah operasi, tetapi ada juga pasien yang diperbolehkan pulang esok harinya. Hal ini tergantung pada keparahan penyakit, tingkat kesulitan operasi, usia dan riwayat penyakit pasien.

Lamanya waktu penyembuhan setelah operasi juga tergantung pada kondisi pasien. Untuk membantu mempercepat pemulihan dan melatih pergerakan tulang belakang, dokter dapat menyarankan pasien untuk melakukan fisioterapi.

Kondom Bocor, Ini Kemungkinan Penyebabnya

Kondom Bocor, Ini Kemungkinan Penyebabnya

Kondom merupakan alat kontrasepsi yang efektif untuk mencegah kehamilan sekaligus infeksi menular seksual (IMS). Meski begitu, pada beberapa kondisi, kondom juga bisa bocor, sehingga menurunkan efektivitasnya. Untuk tahu apa saja kemungkinan penyebab kondom bocor, mari simak di artikel ini.

Umumnya, kondom dibuat dari bahan dasar yang elastis, seperti lateks, polyurethane, atau polyisoprene. Tujuannya tentu untuk mempermudah pergerakan dan mengurangi kemungkinan kondom bocor. Kendati begitu, bukan berarti kondom tidak dapat bocor atau sobek sama sekali, ya.

Kondom bisa saja bocor dengan lubang yang besar maupun yang sangat kecil. Nah, yang perlu lebih diwaspadai adalah robekan kondom yang kecil, karena tentunya lebih sulit untuk dideteksi. Pasalnya, meski robekannya kecil, kondom bocor tetap bisa meningkatkan risiko terjadinya kehamilan, bahkan infeksi menular seksual.

Berbagai Penyebab Kondom Bocor
Kondisi kondom bocor bisa disebabkan oleh banyak hal. Pada beberapa kasus, kondom mungkin sudah bocor atau rusak saat diproduksi. Namun, kondom bocor juga sering disebabkan oleh keteledoran atau kesalahan penggunanya.

Di bawah ini adalah beberapa kemungkinan penyebab kondom bocor:

  1. Kondom sudah kedaluwarsa

Perlu diketahui, kondom juga memiliki batas tanggal pemakaian atau tanggal kedaluwarsa, lho. Apabila sudah melewati tanggal kedaluwarsa, kualitas bahan kondom kemungkinan besar sudah menurun, sehingga rentan terjadi kebocoran.

Oleh sebab itu, sebelum menggunakan kondom, biasakan untuk selalu mengecek batas tanggal pemakaiannya. Jika kondom sudah kedaluwarsa, jangan digunakan dan buanglah.

  1. Kondom tidak disimpan pada suhu yang tepat

Tidak menyimpan kondom pada suhu yang tepat juga dapat meningkatkan risikonya mengalami kebocoran. Hal ini karena bahan kondom rentan mengalami perubahan jika terpapar suhu yang ekstrem, seperti terlalu panas maupun terlalu lembap.

Maka dari itu, simpanlah kondom di tempat bersuhu ruangan, misalnya pada kotak P3K. Hindari menyimpan kondom di tempat yang mudah terpapar panas matahari langsung atau tempat yang lembap, seperti laci mobil, dompet, atau saku celana.

  1. Ukuran kondom tidak sesuai

Tanpa disadari, menggunakan kondom dengan ukuran yang tidak sesuai, terlebih jika ukuran kondom lebih kecil dari ukuran penis, bisa juga menyebabkan kebocoran mikroskopik pada kondom.

Jadi, untuk tahu ukuran kondom yang tepat untukmu, kamu bisa mengukur panjang, lebar, dan ketebalan penis saat ereksi. Kemudian, cocokkan ukuran tersebut dengan tabel ukuran yang ada pada kotak kemasan kondom.

  1. Salah memilih pelumas

Penting untuk kamu ingat bahwa kondom, terutama yang berbahan lateks, tidak disarankan untuk digunakan dengan pelumas berbahan dasar minyak, termasuk baby oil atau minyak kelapa.

Pasalnya, minyak dapat merusak dan menyebabkan kebocoran pada kondom lateks. Oleh sebab itu, usahakan untuk selalu menggunakan pelumas berbahan dasar air atau silikon saja.

  1. Cara membuka kemasan kondom tidak tepat

Saat akan berhubungan seksual, tidak sedikit orang yang terburu-buru dalam membuka kemasan kondom, misalnya dengan merobek kemasan kondom menggunakan gigi.

Padahal, jika tidak dibuka dengan cara yang tepat, kondom berisiko mengalami kebocoran. Nah, untuk menghindarinya, guntinglah ujung kemasan kondom dengan menggunakan gunting kuku, lalu sobek secara perlahan menggunakan tangan.

Peran Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dan Kondisi yang Ditanganinya

Peran Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dan Kondisi yang Ditanganinya

Olahraga merupakan aktivitas yang melibatkan banyak gerakan. Meskipun menyehatkan, olahraga bisa juga menyebabkan cedera atau gangguan kesehatan. Di sinilah peran dokter spesialis kedokteran olahraga dibutuhkan.

Dokter spesialis kedokteran olahraga adalah dokter yang memiliki keahlian khusus dalam melayani pemulihan serta pencegahan cedera maupun penyakit yang berkaitan dengan olahraga. Untuk mendapatkan gelar spesialis kedokteran olahraga (SpKO), seorang dokter umum harus menjalani pendidikan dokter spesialis dalam bidang ini. Lama pendidikannya minimal 3,5 tahun.

Dokter spesialis kedokteran olahraga bertanggung jawab untuk mendiagnosis dan menangani pasien dengan masalah kesehatan yang berkaitan dengan olahraga. Biasanya, dokter spesialis kedokteran olahraga juga menjadi bagian dari tim medik atlet pada program pelatihan dan kejuaraan olahraga.

Kondisi yang Dapat Ditangani Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga
Penanganan yang diberikan oleh dokter spesialis kedokteran olahraga untuk mengatasi cedera atau gangguan pada tulang dan otot akibat olahraga bisa berupa pemberian obat, terapi, atau penggunaan alat bantu, tanpa tindakan operasi.

Jika pasien mengalami cedera yang perlu ditangani dengan operasi, dokter spesialis olahraga akan merujuknya kepada dokter ortopedi.

Selain masalah tulang dan otot, dokter spesialis kedokteran olahraga juga bertanggung jawab atas kesehatan atlet secara umum, mulai dari kondisi fisik, status gizi, hingga keadaan psikologisnya.

Apa yang Perlu Disiapkan Saat Mengunjungi Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga?
Untuk mendiagnosis dan menangani keluhan Anda, dokter spesialis kedokteran olahraga akan menanyakan riwayat keluhan Anda secara lengkap. Dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan Anda secara menyeluruh, termasuk alergi, riwayat konsumsi obat, riwayat penyakit terdahulu, dan siklus menstruasi bagi para wanita.

Khusus cedera, Anda mungkin akan ditanya mengenai tanggal terjadinya cedera, kronologi terjadinya cedera, riwayat pengobatan dan perawatan cedera, riwayat cedera terdahulu, dan riwayat operasi.

Dokter membutuhkan informasi yang lengkap terkait keluhan dan riwayat kesehatan Anda secara umum. Oleh karena itu, pastikan Anda sudah mengumpulkan informasi-informasi ini dengan lengkap untuk memudahkan dokter menentukan diagnosis dan penanganan yang tepat untuk Anda.

Jika keluhan berhubungan dengan persendian atau sistem tulang dan otot, biasanya dokter perlu memeriksa bagian tersebut dengan menggerakkannya. Oleh karena itu, Anda dianjurkan mengenakan pakaian yang longgar dan dapat memudahkan dokter saat pemeriksaan fisik.

Selain itu, Anda juga disarankan membawa hasil pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan radiologi dan laboratorium yang pernah Anda jalani sebelumnya bila pernah memeriksakan keluhan ini di tempat lain.

Masalah kesehatan yang terkait dengan olahraga ada banyak ragamnya, mulai dari terkilir hingga asma. Jika Anda mengalami keluhan yang timbul karena olahraga dan tidak bersifat darurat, Anda bisa mengunjungi dokter spesialis kedokteran olahraga.

Mengenal Peran Dokter Ortopedi Ahli Spine

Mengenal Peran Dokter Ortopedi Ahli Spine

Dokter ortopedi ahli spine adalah dokter yang memiliki keahlian khusus untuk menangani masalah kesehatan pada tulang belakang, baik itu dengan operasi maupun tanpa operasi.

Sebelum meraih gelar subspesialis ahli spine, seorang dokter umum harus menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis ortopedi guna meraih gelar Sp.OT. Setelah itu, studinya dilanjutkan lagi dengan mendalami tulang belakang untuk mendapatkan gelar Sp.OT(K).

Kondisi Medis yang Bisa Ditangani Dokter Ortopedi Ahli Spine
Dokter ortopedi ahli spine memiliki pengetahuan mendalam mengenai pencegahan, diagnosis, dan pengobatan penyakit serta cedera pada tulang belakang. Dokter subspesialis ini dapat menangani pasien di segala usia, mulai dari bayi hingga orang lanjut usia (lansia).

Tindakan yang Dilakukan oleh Dokter Ortopedi Ahli Spine
Dokter ortopedi ahli spine terlatih untuk melakukan berbagai tindakan medis guna mengatasi gangguan kesehatan yang berkaitan dengan tulang belakang dan area di sekitarnya, baik itu tindakan bedah ataupun nonbedah.

Sebelum melakukan tindakan medis, dokter ortopedi ahli spine akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan fisik dan tes penunjang untuk memastikan diagnosis, seperti foto Rontgen, BMD, CT scan dan MRI. Nantinya, pengobatan akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan ini.

Contoh tindakan nonbedah yang dapat diberikan oleh dokter ortopedi ahli spine meliputi obat-obatan, anjuran berolahraga, serta rujukan untuk menjalani fisioterapi.

Sementara itu, tindakan bedah yang bisa dilakukan oleh dokter ortopedi ahli spine meliputi:

  1. Bedah invasif minimal

Operasi ini tidak memerlukan sayatan yang besar dan tidak melukai banyak jaringan di sekitar tulang belakang, sehingga risiko komplikasi lebih rendah dan masa pemulihan yang lebih singkat.

Contoh penyakit yang bisa ditangani dengan tindakan bedah invasif minimal adalah HNP, tumor spinal yang kecil, dan kifosis.

  1. Bedah terbuka

Pada operasi ini, diperlukan sayatan yang besar untuk menjangkau daerah yang bermasalah. Contoh penyakit yang memerlukan tindakan bedah terbuka adalah osteoarthritis, tumor spinal yang besar, dan patah tulang belakang.

  1. Penggantian cakram tulang belakang total

Operasi ini dilakukan untuk mengganti total cakram tulang belakang yang telah rusak dengan cakram buatan.

Anda juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter ortopedi ahli spine ketika mendapatkan hantaman atau benturan pada tulang belakang, misalnya akibat kecelakaan saat berkendara, jatuh dari ketinggian, atau menghantam benda keras saat berolahraga.

Sebelum memeriksakan diri ke dokter ortopedi ahli spine, catat semua gejala dan keluhan yang Anda rasakan. Catat juga kegiatan apa yang memperparah dan meringankan keluhan, atau bila ada, kejadian awal yang menyebabkan timbulnya keluhan.

Jangan lupa juga untuk mencatat riwayat medis Anda secara lengkap, termasuk riwayat pengobatan, riwayat penyakit terdahulu, dan riwayat penyakit dalam keluarga. Memberitahukan hal ini akan memudahkan dokter untuk mendiagnosis penyakit yang Anda alami

Kutil di Leher Dapat Menular, Cari Tahu Cara Mengatasinya

Kutil di Leher Dapat Menular, Cari Tahu Cara Mengatasinya

Kutil di leher umumnya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, benjolan di kulit ini bisa menular dan semakin besar sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada siapa pun yang mengalaminya.

Kutil di leher disebabkan oleh infeksi virus HPV dan dapat menyerang siapa saja. Namun, tumbuhnya kutil di bagian lehe judi bola resmi r lebih berisiko dialami oleh orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, misalnya anak-anak atau lansia.

Selain itu, orang dengan kondisi medis tertentu, misalnya penderita HIV/AIDS atau orang yang menjalani transplantasi organ, juga rentan mengalami penyakit kutil.

Cara Penularan Kutil di Leher
Kutil di leher umumnya berwarna kelabu, berbentuk bulat, dan bertekstur kasar. Selain itu, kutil di leher juga tampak seperti lipatan kulit atau menyerupai daging tumbuh seukuran jerawat.

Kutil muncul ketika virus HPV dari bagian tubuh lain maupun orang lain menyebar ke kulit, misalnya ketika Anda menyentuh kutil lalu menggaruk leher. Penyebaran virus HPV juga bisa melalui penggunaan peralatan pribadi, seperti handuk, yang bergantian dengan orang yang memiliki kutil.

Oleh karena itu, penting untuk tidak menyentuh apalagi menggaruk kutil yang tumbuh, serta hindari berbagi penggunaan peralatan pribadi dengan orang lain agar penularan kutil dapat dicegah. Jangan lupa untuk segera mencuci tangan bila tidak sengaja menyentuh kutil.

Cara Mengatasi Kutil di Leher

Kutil di leher umumnya dapat ditangani dengan beberapa cara, yaitu:

  1. Penggunaan obat-obatan medis

Kutil di leher dapat diatasi menggunakan beberapa jenis obat kutil, seperti asam salisilat atau asam glikolat, yang dapat membantu pengelupasan kulit. Dengan begitu, kutil dapat terkelupas dengan sendirinya.

  1. Krioterapi

Ini merupakan prosedur medis yang paling umum digunakan untuk mengatasi kutil di leher. Krioterapi atau bedah beku adalah prosedur medis yang melibatkan penggunaan cairan nitrogen untuk membekukan kutil dan menghancurkannya.

  1. Bedah listrik dan kuretase

Prosedur bedah listrik dan kuretase sering kali dilakukan secara bersamaan guna mengatasi kutil di leher. Bedah listrik adalah proses pengeringan kutil, sedangkan kuretase merupakan proses pengangkatan kutil yang telah kering.

  1. Terapi laser

Terapi laser digunakan apabila kutil di leher tidak dapat diatasi dengan cara-cara sebelumnya. Agar pasien tidak merasa sakit, dokter bedah akan memberikan bius lokal sebelum terapi dimulai.